Rasa sakitnya tak bisa diungkapkan dengan kata, tidak juga bisa digambarkan dengan pena. Aku hanya tahu, rasa seperti ini bias, dalam, jauh, dan gelap.
Aku kehilangan cintaku, my everything ku, sebagian dari aku, tempat bersandarku, tempat pengaduanku, teman bermainku, sahabatku, mimpiku.
Aku putus.
Tidak mudah menghadapi ini, bangun tidur dengan memimpikannya dan memulai hari dengan harapan mimpi itu menjadi nyata tetapi mengakhiri hari dengan berharap smoga kata-kata yang diucapkannya ditelpon itu hanya mimpi burukku belaka, air mataku bisa mengalir begitu saja tanpa aku duga-duga. Aku merasa sendiri dan kehilangan semuanya.
Seandainya hati ini memiliki tombol on dan off.
Arghhhh..bahkan aku masih merasa jodohku adalah dia. Aku ingin jodohku adalah dia….
Sakitt rasanya..